Edisi 28 Oktober 2026Jalanan Indonesia, apa adanya.
← Laju OtomotifListrik

Membeli motor listrik bekas: pemeriksaan baterai, pengisi daya, dan dokumen yang tidak ada di motor bensin

Daftar periksa motor bensin tidak cukup; ada bagian yang butuh cara berbeda.

Pasar motor listrik bekas mulai terbentuk, dan pembeli pertama kali sering memakai daftar periksa motor bensin: cek mesin, cek oli, cek knalpot. Pada motor listrik, bagian yang paling mahal dan paling menentukan justru tidak ada di daftar itu. Berikut urutan pemeriksaan yang lebih masuk akal.

Baterai: tanyakan riwayat, bukan hanya persentase

Baca juga: Etika di stasiun pengisian umum: selesai mengisi, segera pindahkan kendaraan

Angka persentase di layar saat Anda datang tidak banyak bercerita. Yang lebih berguna adalah riwayat: berapa usia baterai, apakah pernah diganti, apakah sering dibiarkan kosong lama, dan bagaimana pola pengisiannya. Minta penjual menunjukkan tampilan kesehatan baterai jika motornya punya fitur itu.

Lakukan uji jalan yang cukup panjang, bukan hanya keliling gang. Perhatikan apakah persentase turun wajar atau anjlok tiba-tiba di bagian tertentu, misalnya saat menanjak. Penurunan yang tidak stabil adalah tanda yang perlu dicurigai. Periksa juga apakah baterai bisa dilepas, dan jika ya, cek fisik kotak baterai: retak, bekas air, atau terminal yang menghitam.

Pengisi daya dan kelistrikan di luar baterai

Pengisi daya adalah komponen yang sering diabaikan. Pastikan pengisi daya yang disertakan memang sesuai dengan motor itu, bukan pengganti dari jenis lain. Minta penjual mencolokkannya saat Anda di sana, dan lihat apakah proses pengisian dimulai normal tanpa suara aneh atau panas berlebihan pada kabel.

Periksa port pengisian di motor: pin yang bengkok atau korosi adalah masalah yang akan berkembang. Cek lampu, klakson, dan layar; kelistrikan yang bermasalah pada motor listrik lebih sulit ditelusuri dibanding motor bensin karena semuanya melalui satu sistem kendali. Motor yang harus dicabut-pasang kuncinya berkali-kali agar menyala adalah motor yang sebaiknya ditinggalkan.

Dokumen yang perlu dicocokkan

STNK dan BPKB tetap berlaku untuk motor listrik yang terdaftar, dan nomor rangka harus dicocokkan seperti biasa. Bedanya, cari juga nomor identitas baterai dan pengisi daya jika tertera, lalu cocokkan dengan yang ada di kartu garansi atau buku kendaraan. Baterai pengganti yang tidak tercatat bisa berarti garansi tidak berlaku lagi.

Tanyakan juga apakah motor itu pernah ditangani bengkel resmi atau bengkel umum, dan apakah pernah ada pembaruan perangkat lunak. Terakhir, pertimbangkan ketersediaan layanan purna jual di kota Anda. Motor listrik bekas yang layanannya tidak ada di dekat Anda bisa menjadi masalah yang tidak terlihat saat membeli, tetapi sangat terasa saat ada komponen yang harus diganti.

LW
Lintang WibowoLintang Wibowo menulis dua artikel pada 2025, dua-duanya soal motor bekas. Dia menolak difoto, menolak dibayar lebih, dan menolak menulis lagi setelah motornya laku.