Edisi 28 Oktober 2026Jalanan Indonesia, apa adanya.
← Laju OtomotifMotor

Helm, jaket, sarung tangan, sepatu: urutan prioritas perlengkapan keselamatan motor bila anggarannya terbatas

Tidak semua orang bisa membeli perlengkapan lengkap sekaligus. Yang penting adalah tahu bagian tubuh mana yang paling sering cedera, dan melindunginya lebih dulu.

Helm, jaket, sarung tangan, sepatu: urutan prioritas perlengkapan keselamatan motor bila anggarannya terbatas
Foto: 3 / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Di jalanan Indonesia, pemandangan pengendara motor dengan helm yang talinya tidak terpasang, sandal jepit, dan kaus tipis sudah begitu biasa sehingga tidak lagi terasa janggal. Sebagian karena cuaca panas, sebagian karena jarak tempuh yang dianggap dekat, dan sebagian lagi karena perlengkapan yang layak terasa mahal. Padahal cedera tidak peduli jaraknya dekat atau jauh; ia hanya peduli pada kecepatan saat tubuh bertemu aspal.

Jika anggaran tidak memungkinkan membeli semua sekaligus, pendekatan yang masuk akal adalah menyusun prioritas berdasarkan dua hal: bagian tubuh mana yang paling sering terluka, dan cedera mana yang paling sulit disembuhkan.

Baca juga: Genangan di jalan: cara membaca kedalamannya dari atas motor, dan yang harus dilakukan jika mesin mati di air

Prioritas pertama: kepala

Helm selalu berada di urutan pertama, dan bukan sekadar ada, melainkan layak. Helm yang baik menutup rapat, tidak bergoyang saat kepala digerakkan, dan talinya terpasang setiap kali dipakai. Helm yang talinya dibiarkan longgar nyaris tidak berguna karena akan terlepas pada benturan pertama. Pilih helm berstandar yang diakui, dan ganti setelah benturan keras meski tampak utuh, karena lapisan peredam di dalamnya bisa sudah rusak tanpa terlihat.

Model full face memberi perlindungan rahang dan wajah yang tidak dimiliki model terbuka, dan ini relevan karena bagian wajah termasuk yang sering terdampak saat jatuh ke depan. Jika memungkinkan, inilah tempat terbaik menaruh porsi anggaran terbesar.

Prioritas kedua: tangan dan kaki

Refleks manusia saat jatuh adalah mengulurkan tangan. Itu sebabnya telapak tangan dan pergelangan termasuk yang paling sering terluka, bahkan pada jatuh pelan di kecepatan rendah. Sarung tangan dengan bahan yang tahan gesek dan pelindung di buku jari adalah investasi kecil dengan manfaat besar. Sarung tangan juga memperbaiki cengkeraman saat hujan dan mengurangi lelah di perjalanan panjang.

Kaki dan pergelangan kaki adalah korban berikutnya, terutama saat motor rebah dan menjepit kaki pengendara. Sepatu yang menutup mata kaki dengan sol yang tidak licin sudah jauh lebih baik daripada sandal. Sepatu khusus berkendara tentu lebih baik lagi, tetapi langkah pertamanya sederhana: berhenti memakai alas kaki terbuka saat di atas motor.

Prioritas ketiga: tubuh

Jaket berkendara melindungi dari dua hal: gesekan dengan aspal dan benturan di siku, bahu, serta punggung. Jaket dengan bahan tahan gesek dan pelindung di titik-titik itu bisa menjadi pembeda antara lecet dan luka terbuka. Di iklim tropis, pilih yang berventilasi agar benar-benar dipakai, bukan tersimpan di jok karena gerah. Celana panjang dari bahan yang cukup tebal melengkapi perlindungan kaki.

Jas hujan layak disebut sebagai perlengkapan keselamatan, bukan sekadar kenyamanan. Pengendara yang kedinginan dan basah kehilangan konsentrasi dan kelincahan. Pilih model yang tidak berkibar dan tidak berisiko tersangkut di roda.

Urutan ini bukan aturan baku, tetapi memberi cara berpikir yang jelas: lindungi dulu yang paling sering terluka dan paling sulit pulih. Perlengkapan yang dipakai setiap hari, meski tidak sempurna, jauh lebih berharga daripada perlengkapan lengkap yang hanya dipakai saat touring.

IL
Intan LarasatiIntan Larasati nulis sejak 2025, satu topik satu tulisan: listrik, mobil, motor, perawatan. Dia yang paling cerewet soal label 'belum kami uji' dan pernah menahan satu artikel tiga minggu karena itu.