Edisi 28 Oktober 2026Jalanan Indonesia, apa adanya.
← Laju OtomotifPerawatan

Lampu indikator di dasbor: mana yang bisa ditunda sampai besok dan mana yang berarti berhenti sekarang

Setiap ikon yang menyala adalah pesan dari kendaraan. Masalahnya, sebagian besar pengemudi hanya tahu dua reaksi: mengabaikan atau panik.

Lampu indikator di dasbor: mana yang bisa ditunda sampai besok dan mana yang berarti berhenti sekarang
Foto: J / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Dasbor kendaraan modern dipenuhi ikon kecil yang sebagian besar waktu tidak menyala, dan justru karena itulah pengemudi sering tidak mengenalinya ketika salah satunya tiba-tiba hidup. Reaksi yang umum ada dua: mengabaikan sampai lampunya padam sendiri, atau menepi dengan panik tanpa tahu apa yang terjadi. Keduanya tidak ideal. Yang dibutuhkan adalah cara membaca yang memberi tahu seberapa mendesak pesan itu.

Untungnya, pabrikan sudah menyisipkan petunjuk urgensi ke dalam desainnya: warna.

Baca juga: Filter udara mesin dan filter kabin: dua saringan dengan tugas berbeda yang sama-sama sering terlupakan

Warna sebagai tingkat bahaya

Secara umum, merah berarti berhenti atau segera bertindak. Kuning atau oranye berarti ada yang perlu diperiksa, tetapi biasanya tidak harus saat itu juga. Hijau dan biru hanya memberi tahu bahwa suatu fungsi sedang aktif, misalnya lampu jauh atau lampu sein. Konvensi ini berlaku lintas merek, meski bentuk ikonnya bisa sedikit berbeda, dan buku manual kendaraan tetap menjadi rujukan akhir untuk kendaraan Anda.

Kebiasaan yang baik adalah memperhatikan dasbor saat kunci diputar ke posisi menyala sebelum mesin hidup. Pada saat itu hampir semua indikator menyala sejenak sebagai pemeriksaan diri, lalu padam setelah mesin berjalan. Indikator yang tidak menyala pada tahap ini bisa berarti lampunya putus, dan indikator yang tetap menyala setelah mesin hidup adalah pesan yang sebenarnya.

Yang berarti berhenti sekarang

Indikator tekanan oli, biasanya berbentuk teko oli, menyala merah berarti pelumasan mesin terganggu. Ini bukan soal oli yang kurang sedikit, melainkan tekanan yang hilang, dan mesin bisa rusak berat dalam hitungan menit. Menepi dan mematikan mesin adalah tindakan yang benar. Indikator suhu mesin yang menyala merah atau jarum suhu yang mendekati batas atas berarti mesin terlalu panas; melanjutkan perjalanan berisiko merusak komponen yang mahal. Indikator sistem rem yang menyala merah di luar rem parkir yang aktif juga termasuk kelompok ini.

Indikator pengisian aki, berbentuk aki, menyala saat mesin hidup berarti sistem pengisian tidak bekerja. Kendaraan masih bisa berjalan dengan daya tersisa di aki, tetapi tidak lama, dan sebaiknya diarahkan langsung ke bengkel terdekat tanpa mematikan mesin kecuali terpaksa.

Yang bisa ditunda, tetapi jangan terlalu lama

Indikator check engine, sering berbentuk mesin kecil berwarna kuning, adalah yang paling membingungkan karena mencakup sangat banyak kemungkinan, dari tutup tangki yang kurang rapat hingga masalah sensor dan pembakaran. Jika menyala stabil dan kendaraan berjalan normal, umumnya bisa dibawa ke bengkel dalam waktu dekat untuk dibaca kodenya. Jika berkedip, itu tanda masalah yang lebih serius dan perjalanan sebaiknya diminimalkan.

Indikator tekanan ban, sistem pengereman anti-kunci, kantung udara, dan sistem bantu lain yang berwarna kuning menandakan fungsi tersebut mungkin tidak aktif. Kendaraan tetap bisa dikendarai dengan kewaspadaan ekstra, tetapi fungsi keselamatan yang mati tidak layak dibiarkan berminggu-minggu. Indikator bahan bakar dan pengingat servis adalah kelompok paling ringan, tetapi mengabaikannya berulang kali punya akibatnya sendiri.

Pada akhirnya, kendaraan berbicara lewat lampu-lampu kecil ini. Mengenal bahasa dasarnya tidak memerlukan keahlian teknik, hanya beberapa menit membuka buku manual sebelum lampunya menyala, bukan sesudahnya.

DP
Doni PamungkasDoni Pamungkas gabung 2025 dan jadi penulis motor utama di Laju Otomotif. Tiap tulisan perawatannya dibuat sambil mencatat ongkos di tiga bengkel berbeda, biar tidak asal.